Berbagai Larangan Ibadah Umroh, Hindari Agar Ibadah Lancar

Biroumrohhaji.id – Larangan ibadah umroh wajib dipahami. Bagaimanapun juga, para jamaah umroh harus mengetahui informasi penting satu ini.

Sebab, bisa jadi seseorang mengerjakan larangan selama beribadah tanpa mengetahuinya. Jadi, perhatikan informasi ini dengan baik.

11 Larangan Ibadah Umroh

Dalam beribadah umroh, ada kewajiban dan larangan. Artinya, larangan merupakan kebalikan dari kewajiban yang harus para jamaah hindari.

Ketika melakukan sebuah larangan, maka ibadah tidak akan berjalan dengan baik. Bahkan, hal itu bisa membatalkan rukun ibadah yang sudah ada.

Umroh sendiri merupakan ibadah yang menjadi impian oleh seluruh umat Muslim di dunia. Sebenarnya, umroh mirip seperti haji, namun memiliki rukun yang berbeda.

Ibadah umroh lebih senang karena bisa dilakukan kapan saja. Jadi, berangkat umroh tidak harus menunggu bertahun-tahun lamanya seperti haji.

Apalagi di Indonesia kuota haji selalu penuh. Menunggu keberangkatan haji biasa bisa sampai belasan tahun dan ini tentunya membuat para jamaah tidak sabar.

Namun, ibadah umroh juga memiliki ketentuan tertentu. Ketentuan ini harus ditaati oleh para jamaah jika ingin perjalanan umroh berjalan dengan lancar, Tidak hanya kewajiban, perhatikan juga larangan-larangan di dalamnya. Terdapat sejumlah larangan yang harus dihindari calon jamaah agar ibadah diterima oleh SWT.

1. Berhutang dan Meninggalkan Tanggungan

Baca juga : Sejarah Haji dari Masa Nabi Ibrahim hingga Nabi Muhammad

Sebelum berangkat, seorang jamaah umroh harus benar-benar bersih. Mereka tidak bolleh memiliki hutang atau memiliki suatu tanggungan tertentu.

Calon jamaah umroh harus memastikan bahwa semua hutang sudah lunas dan semua tanggungan juga sudah dijalankan. Setelah itu, beri mereka bisa berangkat ke tanah suci.

Hal ini menjadi suatu hal yang wajib diperhatikan. Sebab, seseorang bisa terganggu selama beribadah akibat adanya urusan keuangan yang belum bisa terselesaikan.

Meninggalkan keluarga dan tidak memenuhi kewajiban terhadap mereka juga sangat terlarang. Sebagai seorang Muslim, perhatikan terlebih dahulu semua hutang dan tanggungan untuk menyelesaikannya sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

2. Membawa Barang Haram

Larangan ibadah umroh selanjutnya adalah membawa barang-barang haram. Jamaah umroh harus memastikan bahwa barang bawaannya sesuai dengan aturan di dalam agama Islam.

Barang-barang haram bisa merusak citra agama dan membahayakan keselamatan para calon jamaah. Bisa jadi barang-barang tersebut bisa mengganggu ketenangan dan fokus dalam menunaikan ibadah umroh.

Selain itu, barang bawaan juga pasti dicek oleh pihak imigrasi di bandara. Apabila ada barang yang mencurigakan, maka mereka akan membongkar dan penciptanya.

3. Berbuat Dosa dan Melanggar Syariat

Baca juga : Rukun Haji dan Umroh, Harus Tertib Supaya Ibadah Sah

Berbuat dosa dan melanggar syariat juga harus dihindari. Ini menjadi larangan paling utama untuk para calon jamaah umroh.

Dalam konteks ibadah, calon jamaah memang harus benar-benar memperhatikan perilaku mereka sendiri. Hal ini bertujuan agar ibadah diterima oleh Allah SWT.

Hindari menyakiti orang dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, ini bukan hanya berlaku untuk para calon jamaah umroh namun semua umat Muslim di Indonesia.

4. Memakai Wewangian

Untuk jamaah yang sedang berada di Tanah Suci, larangan ibadah umroh selanjutnya adalah memakai wewangian. Semua jamaah umroh sebaiknya menghindari membawa parfum atau berbagai jenis wewangian lainnya.

Sebab, para jamaah umroh tidak boleh menggunakan wewangian saat sudah niat ihram. Semua parfum, baik itu yang menempel di pakaian atau di tubuh, semuanya tidak diperbolehkan.

Larangan ibadah umroh ini juga berlaku untuk minyak angin atau balsem. Kedua barang ini mengandung wewangian yang tetap harus dihindari.

Hal ini berbeda untuk para jamaah laki-laki. Mereka bisa menggunakan parfum saat mandi sunnah sebelum menjalankan niat umroh.

5. Berburu dan Membunuh Binatang

Pada Surat Al Maidah ayat 95 dijelaskan bahwa para jamaah umroh umroh tidak boleh untuk menangkap binatang saat sedang berihram. Larangan ibadah umroh ini berlaku untuk semua jamaah umroh tanpa terkecuali.

Zaman Rasulullah SAW, para sahabat yang hendak umroh memang umum berburu binatang karena membutuhkan waktu berhari-hati untuk bisa sampai di Tanah Suci. Binatang buruan berfungsi sebagai bahan makanan.

Namun, hal ini berbeda dengan kondisi saat ini. Para jamaah bisa mencapai Tanah Suci dalam waktu kurang dari 1 hari dan sangat mudah dengan teknologi yang ada saat ini.

6. Menggunting Kuku

Baca juga : Pengertian Badal Haji, Hukum dan Syarat Pelaksanaannya

Larangan ibadah umroh selanjutnya adalah menggunting kuku. Para jamaah tidak boleh menggunting kuku mereka selama menjalankan rukun umroh.

Itulah kenapa, para jamaah sebaiknya membersihkan semua anggota tubuh mereka. Jadi, tubuh jamaah sudah benar-benar bersih sebelum melakukan ihram.

7. Mencukur Rambut

Para jamaah juga sangat dilarang mencukur semua jenis rambut di tubuh selama menjadi ibadah umroh. Hal ini berlaku juga dalam mencabut.

Jika ketahuan mencukur atau mencabut rambut, maka diwajibkan membayar dam, sedekah, atau fidyah. Proses pembayarannya akan dibantu oleh guide umroh.

8. Berhubungan Badan

Apabila sudah melakukan ihram, jamaah suami istri tetap tidak boleh berhubungan badan. Mereka wajib menjaga ihramnya.

Jamaah ibadah umroh sangat dilarang untuk melakukan sesuatu yang mengundang syahwat. Jadi, para jamaah benar-benar suci selama menjalankan ibadah.

9. Merusak Tumbuhan

Perilaku merusak tumbuhan juga menjadi larangan ibadah umroh. Para jamaah sebaiknya menghindari tindakan ini.

Selama menjalankan ibadah umroh, para jamaah tidak boleh memetik bunga dan bahkan daun selama menunaikan ibadah.

Ini mungkin menjadi sesuatu masalah kecil. Namun, hindari larangan ini agar ibadah umroh berjalan lancar dan diterima oleh Allah SWT.

10. Melamar, Menikah dan Menikahkan

Para jamaah yang sudah berada di Tanah Suci tidak boleh melamar, menikah, maupun menikahkan. Hal ini karena saat ihram, aktivitas senggama dan hal yang mendorong ke arah itu sangat dilarang.

Akad yang dilakukan saat ihram akan membuat pernikahan batal. Jadi, benar-benar hindari melakukan hal ini, apapun niatnya.

11. Menyakiti dan Memutuskan Hubungan Sesama Muslim

Sebelum menjalankan ibadah umroh, sebaiknya jamaah benar-benar menjaga tali silaturahmi kepada sesama muslim. Menyakiti dan bahkan hingga memutuskan hubungan merupakan perilaku yang sangat terlarang.

Sebagai seorang Muslim, calon jamaah harus benar-benar menjaga hubungan mereka. Dalam agama islam, silaturahmi memang menjadi hal paling utama.

Semua larangan ibadah umroh tersebut memang bertujuan untuk menjaga kesucian diri para jamaah. Sebab, ibadah umroh bukanlah hal biasa.

Ibadah umroh membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Itulah kenapa, tidak semua orang Muslim bisa melaksanakan ibadah ini untuk berangkat ke Tanah Suci.

Dengan demikian, para jamaah sebaiknya benar-benar mempersiapkan diri dan iman mereka. Alhasil, ibadah akan diterima oleh Allah SWT dan mendapatkan pahala yang besar.

Biasanya, larangan dan kewajiban selama umroh akan dijelaskan secara mendalam sebelum keberangkatan. Namun, para jamaah juga perlu mengingatnya dengan baik agar tidak lupa dan justru melakukannya secara tidak sengaja.

Sengaja maupun tidak sengaja, larangan ini akan membatalkan ibadah umroh. Para jamaah tidak akan mendapatkan pahala maksimum dari rangkaian ibadah.

Jadi, itulah berbagai larangan ibadah umroh yang harus dihindari. Para jamaah harus benar-benar menghindarinya jika ingin ibadah berjalan lancar tanpa adanya hambatan yang sia-sia.