Syarat Haji dan Umroh Lengkap dengan Rukun dan Larangannya

Biroumrohhaji.id – Ingin tahu syarat haji dan umroh yang harus dipenuhi? Temukan informasinya di sini. Haji merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang memiliki kemampuan untuk melaksanakannya. Artinya, ada ketentuan-ketentuan khusus yang harus dipenuhi untuk melakukan ibadah haji.

Salah satu persyaratan utama adalah kemampuan finansial untuk menutup biaya haji dan umroh, serta kesiapan secara fisik dan mental.

Namun, apa saja persyaratan wajib dan umum lainnya untuk haji dan umroh? Berikut ini rangkuman mulai dari persyaratan, larangan hingga rukun haji dan umroh secara lengkap.

Syarat Haji dan Umroh yang Wajib Dipenuhi

Persyaratan yang sah untuk haji dan umroh merupakan informasi penting bagi setiap Muslim. Seperti yang diketahui, baik haji maupun umroh adalah ibadah ziarah ke Baitullah yang memiliki persamaan dalam pelaksanaannya.

Kesepakatan ulama adalah bahwa haji diwajibkan atau menjadi fardhu ‘ain bagi mereka yang memiliki kemampuan, sementara umroh dianggap sebagai sunnah.

Ketika menjalankan ibadah suci haji dan umroh, terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi agar ibadah tersebut dianggap sah. Selain itu, ada pula larangan-larangan tertentu yang harus dihindari.

Berikut syarat haji dan umroh yang penting diketahui:

1. Memeluk Agama Islam

Baca juga : Mengetahui Apa Saja Perbedaan Haji dan Umroh Secara Umum

  • Menunaikan ibadah haji dan umroh hanya diperuntukkan bagi umat Islam. Menjadi muslim, atau minimal telah mengucapkan syahadat, merupakan syarat sah dan mutlak yang tidak dapat digantikan.
  • Bagi mereka yang di luar Islam, tidak diperbolehkan melaksanakan ibadah ini. Ibadah haji dan umroh yang dilakukan oleh non-muslim tidak dianggap sah dan tidak memiliki nilai ibadah.

2. Mencapai Baligh

  • Syarat haji dan umroh selanjutnya adalah baligh. Dalam Islam, baligh merujuk pada masa kedewasaan seseorang. Masa ini ditandai dengan perkembangan fisik dan mental yang matang. Selain itu, kemampuan untuk membedakan mana yang benar dan salah.
  • Lebih terperinci, baligh bagi laki-laki umumnya dihitung ketika mencapai usia 15 tahun. Sedangkan bagi perempuan dihitung ketika mencapai usia 12 tahun.
  • Mencapai baligh merupakan tonggak penting bagi umat Islam. Karena menandakan dimulainya kewajiban-kewajiban agama seperti shalat, puasa, dan zakat.

3. Kemampuan Fisik, Mental, dan Finansial

  • Menunaikan ibadah haji bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi juga perjalanan fisik yang membutuhkan persiapan matang. Oleh karena itu, salah satu syarat haji dan umroh adalah “mampu”, yang meliputi tiga aspek fisik, mental, dan finansial.
  • Memenuhi ketiga syarat ini merupakan bukti kesiapan seorang muslim untuk menunaikan ibadah haji secara optimal dan khusyuk.

4. Merdeka atau Bebas dari Perbudakan

Baca juga : Mengenal Ibadah Haji, Hukum Hingga Waktu Pelaksanaannya

Menjadi muslim yang merdeka merupakan syarat wajib haji dan umroh. Maksudnya, seseorang yang berstatus budak tidak diwajibkan melaksanakan ibadah ini.

Hal ini karena ibadah haji dan umroh menuntut waktu dan tenaga yang cukup besar. Prosesi ibadah ini dikhawatirkan akan mengganggu dan melalaikan kewajiban seorang budak terhadap tuannya.

Namun, perlu dicatat bahwa status perbudakan sudah tidak lagi berlaku di zaman modern. Syarat haji dan umroh ini lebih relevan pada masa lalu ketika praktik perbudakan masih ada.

Saat ini, yang menjadi penekanan adalah kemampuan seseorang untuk mengurus dirinya sendiri dan kebebasan dalam menjalankan ibadah.

5. Syarat Akal Sehat

Memiliki akal sehat merupakan salah satu syarat wajib haji dan umroh. Hal ini berarti bahwa hanya muslim yang mampu membedakan antara baik dan buruk, serta memahami makna dan tata cara ibadah, yang boleh menunaikannya.

Bagi mereka yang mengalami gangguan mental seperti hilang ingatan, gila, atau tidak waras, maka tidak diwajibkan untuk melaksanakan ibadah haji.

Hal ini dikarenakan mereka dianggap tidak memiliki kapasitas untuk memahami dan menjalankan ibadah dengan sempurna.

6. Syarat Mahram (Khusus Wanita)

Bagi wanita yang ingin melaksanakan ibadah haji, terdapat satu syarat wajib tambahan, yaitu ditemani oleh mahram. Mahram adalah istilah dalam Islam untuk menyebut laki-laki yang haram dinikahi oleh seorang wanita karena hubungan keluarga, persusuan, atau pernikahan.

Kehadiran mahram ini bertujuan untuk melindungi wanita dari berbagai bahaya dan menjaga kehormatannya selama perjalanan dan pelaksanaan ibadah haji.

Jika tidak memungkinkan untuk ditemani mahram, wanita diperbolehkan untuk pergi bersama rombongan wanita lain yang terpercaya.

Rukun Haji

Baca juga : Keutamaan Haji dan Umroh, Meningkatkan Derajat Dunia Akhirat

Selain syarat haji dan umroh, ada hal yang penting untuk diketahui yaitu rukun. Ibadah haji memiliki rukun-rukum yang wajib dilaksanakan.

Jika salah satu rukun haji terlewat, maka haji tersebut tidak sah dan harus diulang kembali. Mari simak penjelasan rukun tersebut dengan kalimat yang berbeda:

1. Niat Ihram

Rukun haji yang pertama adalah ihram. Ihram ditandai dengan niat yang diucapkan dalam hati untuk memulai ibadah haji. Tidak ada ritual khusus untuk berihram, cukup dengan niat yang tulus dan mantap.

2. Wukuf di Arafah

Wukuf di Arafah merupakan inti dari ibadah haji. Waktunya dimulai sejak tergelincirnya matahari di siang hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah) hingga terbit fajar keesokan harinya. Selama di Arafah, jamaah haji dianjurkan untuk memperbanyak doa, dzikir, dan permohonan kepada Allah SWT.

3. Thawaf Ifadhah

Setelah wukuf, jemaah haji melakukan thawaf ifadhah, yaitu mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran.

Caranya dengan berlari-lari kecil pada tiga putaran pertama (bagi yang mampu) dan berjalan biasa pada putaran selanjutnya. Thawaf ifadhah ini menjadi pembeda antara ibadah haji dan umrah.

4. Sa’i antara Shafa dan Marwah

Sa’i adalah berlari-lari kecil atau berjalan cepat tujuh kali antara bukit Shafa dan Marwah. Ritual ini memperingati perjuangan Siti Hajar mencari sumber air untuk anaknya, Ismail, di gurun tandus.

Larangan dalam Haji dan Umroh

Setelah mengetahui rukun dan syarat haji dan umroh, terdapat hal-hal yang tidak diperbolehkan pada saat seseorang sudah mengenakan pakaian ihram serta sudah niat ibadah haji maupun umroh, antara lain:

1. Larangan Ihram

  • Menjaga Fokus dan Kebersihan Diri Selama Umroh. Ketika seseorang sudah berniat ihram untuk melaksanakan ibadah umrah, ada beberapa larangan yang harus dipatuhi. Larangan ini bertujuan untuk menjaga fokus ibadah, kebersihan diri, dan kesederhanaan selama menjalani umroh. Berikut penjelasannya dengan menggunakan kalimat yang berbeda:
  • Dilarang melakukan hubungan seksual atau hal-hal yang mengarah ke sana. Ini bertujuan untuk menjaga kesucian dan fokus beribadah.
  • Larangan melakukan perbuatan tercela dan maksiat, seperti mencuri, berbohong, atau berkata kasar. Fokus harus tertuju pada ibadah dan perilaku yang baik.
  • Dilarang bertengkar dengan orang lain. Menjaga ketenangan dan suasana damai selama ibadah menjadi hal yang penting.

2. Larangan Berhias

  • Laki-laki dilarang memakai pakaian yang berjahit. Pakaian ihram yang dikenakan harus sederhana dan tidak mencolok.
  • Dilarang menggunakan wewangian apapun pada badan maupun pakaian. Ini bertujuan untuk kesederhanaan dan agar fokus ibadah tidak teralihkan pada hal-hal duniawi.
  • Dilarang memakai sepatu yang menutupi mata kaki (khususnya untuk laki-laki). Sebaiknya menggunakan sandal yang memudahkan saat thawaf dan sa’i.

3. Larangan yang Bersifat Duniawi

  • Dilarang melakukan akad nikah selama berihram. Fokus harus tertuju pada ibadah umrah.
  • Dilarang memotong kuku, mencukur rambut, atau mencabut bulu badan. Ini sebagai bentuk keikhlasan dan penyerahan diri kepada Allah SWT.
  • Dilarang menggunakan pakaian yang dicelup dengan pewangi. Pakaian ihram harus sederhana dan tidak berbau harum.

4. Larangan Terkait Hewan Buruan

  • Dilarang membunuh binatang buruan selama berihram. Menjaga kelestarian makhluk hidup menjadi nilai yang penting dalam ibadah.
  • Dilarang memakan daging binatang buruan. Ini sebagai bentuk penghormatan terhadap kehidupan ciptaan Allah SWT.

Dengan mematuhi syarat haji dan umroh, rukun hingga larangan-larangannya, jamaah umrah dapat menjalankan ibadah dengan fokus, khusyuk, dan penuh keikhlasan.